Tel: (021) 75791260 Email: helpdesk@bppt.go.id

BPPT Dorong Kemandirian Bahan Baku Obat Indonesia

Pangsa pasar obat di Indonesia sangat luas seiring besarnya jumlah penduduk. Sayangnya masih banyak prosentase bahan baku obat yang harus diimpor dari luar. Sulitnya memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri disebabkan Indonesia belum mampu membuat bahan baku yang lebih murah dan bagus. Beberapa upaya yang ditempuh pemerintah dalam rangka memastikan ketersediaan obat, di antaranya membangun jaringan dengan perusahaan bahan baku obat maupun menarik investasi untuk memproduksi bahan baku obat mandiri.Terkait hal ini BPPT mengadakan workshop tentang Penyempurnaan Draft Usulan Blue Print Pengembangan Industri Bahan Baku Obat Antibiotik Beta Laktam Untuk Ketahanan dan Kemandirian Obat Nasional di Hotel Millenium, Jakarta (21/11).

“Kesehatan adalah hak azasi setiap manusia berhak mendapatkan layanan kesehatan yang optimal termasuk didalamnya akses obat. Obat menjadi salah satu komponen yang penting bagi strategis dalam pelayanan kesehatan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang dalam hal ini kita ketahui masih 90% bahan baku obat masih di impor dan di Indonesia sendiri masih sebatas formulasi”, kata Direktur PTFM BPPT Bambang Marwoto yang mewakili Deputi Kepala BPPT Bidang TAB BPPT Listyani Wijayanti pada pembukaan workshop.

Dari data yang ada, lanjutnya, kebutuhan obat khususnya antibiotik turunan beta laktam mencapai 25% dari kebutuhan obat secara nasional. “Beta laktam dan turunannya masih menempati jumlah yang tinggi. Kita masih tergantung terhadap negara lain sehingga kemandirian dalam produksi obat maupun bahan baku harus bersama-sama kita upayakan,” jelasnya.

Dalam rangka mendukung kemandirian bahan baku obat khususnya antibiotik Bambang mengungkapkan bahwa BPPT terus mendukung kebijakan kemandirian bahan baku obat dengan melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan FGD yang merupakan diskusi dan koordinasi dari kementerian dan lembaga serta industri farmasi baik BUMN maupun swasta yang terkait dalam hal ini bahan baku obat. “Sejak 2010 telah dilakukan empat kali FGD, dari keseluruhan FGD telah terbangun kemandirian bersama sinergi antara akademisi, bisnis dan government. Kesepakatan itu untuk membangun kemandirian industri bahan baku,” terangnya.

Adapun tujuan dari workshop ini menurut Bambang adalah untuk menyempurnakan program usulan blue print sebagai rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan sebagai pemangku kebijakan. Kami mendukung kemandirian bahan baku obat nasional dalam hal ini lebih fokus lagi untuk menghasilkan blue print khususnya antibiotik yang diharapkan akan menjadi referensi secara nasional. Workshop tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kemeterian Kesehatan, BPOM, Kementerian Ristek, Kementerian Perindustrian serta dari kalangan industri seperti PT Indofarma dan Kimia Farma Tbk. (SYRA/Humas)

Statistik Pengunjung

4.png6.png4.png0.png4.png
Today24
Yesterday71
This week174
This month961
Total46404

Hubungi Kami

Gedung II Lantai 10

Jl. MH. Thamrin No 8

Telp/ Fax : +62-21-3140062

 

Gedung LAPTIAB I

Puspiptek Serpong

Telp/ Fax : +62-21-7560707

 

E-mail : sekr-ptfm@bppt.go.id