Tel: (021) 7560707 Email: sekr-ptfm@bppt.go.id

LAUNCHING KIT DIAGNOSTIK - DEMAM BERDARAH DENGUE

 

LAUNCHING KIT DIAGNOSTIK 

DEMAM BERDARAH DENGUE

Wabah demam berdarah dengue atau DBD hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia terutama di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia. Dalam laporan WHO, Indonesia menduduki urutan ke 2 dari 30 negara dengan kasus DBD endemik selama kurun waktu 2004-2010. Data menunjukkan bahwa DBD masih merupakan masalah kesehatan yang terus menjadi beban baik secara kesehatan maupun perekonomian (World Health Organization, 2012). Angka Kematian akibat DBD dapat dikurangi dengan penerapan deteksi dini dan penanganan yang tepat. Uji laboratorium digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi DBD. Uji-uji tersebut dilakukan dengan melakukan isolasi virus dalam kultur sel, identifikasi asam nukleat atau antigen serta deteksi antibodi spesifik terhadap virus. Oleh sebab itu deteksi dengue yang spesifik namun murah sangat dibutuhkan.

 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya mencari solusi pemasalahan nasional tersebut dengan mengembangkan Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD) berbasis teknik imunokromatografi dengan menggunakan anti–NS1 antibodi monoklonal. Antigen NS1 merupakan glikoprotein yang dihasilkan oleh virus dengue pada hari pertama hingga kelima paska terjadinya infeksi. Antigen NS1 diketahui memiliki aplikasi besar dalam serodiagnosis infeksi dengue karena disekresikan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dalam plasma atau serum penderita DBD. Kemunculan antigen NS1 lebih awal dibandingkan antibodi anti-dengue, maka pendeteksian penyakit menggunakan antigen tersebut jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendeteksian antibodi IgG/IgM.

 

Keunggulan lain dari Kit Diagnostik DBD yang dikembangkan oleh BPPT adalah anti-NS1 antibodi monoklonal dikembangkan dari virus dengue strain lokal, yang merupakan koleksi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan – Kementerian Kesehatan. BPPT juga bekerjasama dengan PT. Hepatika Mataram dalam pengembangan formula Kit Diagnostik. Keunggulan Kit Diagnostik DBD yang dikembangkan oleh BPPT:

 

·       Produk dalam negeri

·       Mampu mendeteksi dini infeksi DBD

        Menggunakan bahan baku antibodi monoklonal berdasarkan strain lokal Indonesia

        Spesimen dapat berupa darah, plasma dan serum

        Mudah digunakan

        Hasil dapat diperoleh relatif cepat (2-10 menit)

        Tidak memerlukan alat untuk penggunaannya

        Penyimpanan tidak memerlukan pendingin

Pada tanggal 4 April 2018 dalam pameran Lab Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) cq. Pusat Teknologi Farmasi dan Medika – Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi meluncurkan prototipe Kit Diagnostik DBD. Pada kesempatan tersebut Kepala BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, MSc. berharap "Semoga prototip sediaan kit diagnostik DBD ini, segera dapat difinalisasi menjadi sediaan kit diagnostik yang fungsional melalui rangkaian uji fungsi secara klinis, di produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia".

 

Statistik Pengunjung

5.png2.png2.png5.png8.png
Today46
Yesterday47
This week46
This month807
Total52258

Hubungi Kami

Gedung II Lantai 10

Jl. MH. Thamrin No 8

Telp/ Fax : +62-21-3140062

 

Gedung LAPTIAB I

Puspiptek Serpong

Telp/ Fax : +62-21-7560707

 

E-mail : sekr-ptfm@bppt.go.id